Manajemen Proyek dan Resiko
Manajemen Proyek dan Resiko
Tugas ke 3
Minggu ke 7, 8, 9, dan 10
NAMA : EKA FITRIA
NPM : 21117891
KELAS : 3KB07
Dalam menjalankan sebuah proyek, pastinya memerlukan estimasi biaya yang jelas dan terstruktur. Tujuannya agar kedepannya jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, bisa diperbaiki dengan manajemen biaya yang ada.
Manajemen Biaya meliputi proses-proses yang diperlukan untuk menjamin agar proses estimasi biaya peraktivitas dapat diperoleh secara realistis, dan anggaran biaya total yang telah disetujui cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam lingkup proyek.
EARNED VALUE MANAGEMENT
NET PRESENT VALUE
Metode untuk menghitung nilai ekuivalen saat ini, bagi suatu perkiraan pendapatan di masa depan. Apabila NPV bernilai positif dapat dikatakan proyek dikatakan layak untuk dilaksanakkan.
CASH FLOW ANALYSIS
Metode untuk menyiapkan,menganalisis, dan memastikan arus kas pengeluaran dan pemasukansuatu proyek sehingga proyek secara keseluruhan berjalan lancer
BIAYA LANGSUNG
Biaya yang terkait langsung dengan suatu proyek misalnya gaji anggota proyek, pembelian barang, dll.
LIFE CYCLE COSTING
Sumber :
Dana Prasada Mulyoto,MBA,PMP. Sartika Kurniali,S.Kom.,MMSI;Super Project Management, Jakarta 2013,PT Elex Media Komputindo
Kualitas
Kata ‘kualitas’ memiliki berbagai artian yang berlainan. Goetsch dan Davis (1994) mengemukakan konsep holistik mengenai kualitas sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pengguna produk atau jasa.
Menurut Tjiptono dan Diana (1996), ada tiga tahap perkembangan konsep kualitas
Dengan adanya pembagian tugas, manajemen diberi tanggung jawab perencanaan, bagian operasi ditangani oleh tenaga kerja atau buruh, dan untuk menjaga kualitas maka dibentuklah departemen kualitas secara terpisah.
Sejalan dengan meningkatnya volume dan kompleksitas operasi, kualitas juga berkembang sebagai isu yang semakin rumit. Pendekatan tradisional yang sarat akan inspeksi tidak lagi memadai. Hasil inspeksi hanya sekadar menyisihkan komponen produk yang cacat sedangkan penyebab produk cacat tetap ada dan biaya akibat produk cacat tetap tinggi. Selain itu, muncul masalah mengenai 3K (komunikasi, koordinasi dan kerjasama). Kenyataan ini mendorong adanya pendekatan kualitas total atau yang lebih dikenal dengan total quality management (TQM).
Konsep TQM dikemukakan pertama kali oleh Nancy Warren, seorang ilmuwan tingkah laku dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Istilah ini mengandung makna every process, every job dan every aspect (Goetsch dan Davis, 1994). TQM didefuniskan sebagai pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimalkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
Karakteristik TQM terdiri atas fokus pada pelanggan, berorientasi pada kualitas, menggunakan pendekatan ilmiah, memiliki komitmen jangka panjang, kerjasama tim, menyempurnakan kualitas secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, menerapkan kebebasan yang terkendali, memiliki kesatuan tujuan, dan melibatkan dan memberdayakan karyawan.
ISO 9000
Manajemen kualitas proyek
Ada dua model yang sukses diterapkan dalam pelatihan konsultan konstruksi dalam meningkatkan kinerja dari manajemen proyek, yaitu:
Model ini digunakan sebuah perusahaan untuk meningkatkan bisnis mereka. Hal ini merupakan cara hidup dari semua organisasi yang ingin mencapai posisi yang kompetitif dalam arus industralisasi yang cepat.
Model ini sering ditemukan di perusahaan yang bersifat customer-driven. Termasuk Levi Strauss, Motorola, dan Xerox. Perusahaan yang sudah memenangkan penghargaan Malcolm Baldrige Award -Penghargaan yang mengakui kualitas manajemen yang patut dicontoh- juga termasuk.
Suatu proses mengukur kegiatan proses konstruksi untuk memeriksa apakah standar spesifikasi telah dicapai.
Six sigma dan Manajemen
Referensi:
K.C. Chan, Peter Ong, R, Eko Indrajit. 2004 INTEGRATED PROJECT MANAGEMENT. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Drs. H. A. Hamdan Dimyati M.Si., Kadar Nurjaman S.E. M.M. 2014 MANAJEMEN PROYEK. Bandung : CV Pustaka Setia.
Dana Persada Mulyono, MBA, PMP., Sartika Kurniali, S.Kom. MMSI 2013 SUPER PROJECT MANAGER. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.
Wysocki, Robert K., Robert Beck,jr, and David B. Crane. 2000. Effective Project Management Second Edition. New York, NY: John Wiley & Sons. (ISBN 0-471-36028-7)
Manajemen Sumber Daya adalah proses mengorganisasikan dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat dalam proyek, sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien. Ini mencakup semua proyek stakeholder - sponsor, pelanggan, mitra, kontributor individu, dan lain-lain.
Proses Dalam Manajem SDM
1. Perencanaan SDM
2. Perekrutan Anggota/Tim
3. Pengembangan Kerja Tim Proyek
4. Pengelolaan Tim
Hal-Hal Yang Harus Deketahui Dalam Pengelola Proyek
1. Pemantauan terkait tahap perkembangan tim proyek
2. Pengelola proyek harus paham alternatif manajemen konflik
3. Pengelola proyek harus menyegarkan diri dengan berbagai teori organisasi
Pemantauan Terkait Tahap Perkembangan Tim Proyek
1. Farming (tahap pembentukan tim)
2. Storming (tahap mulai kerja dan menyesuaikan pola kerja, latar belakang, dan lain-lain)
3. Norming (tahap dimana tim mulai kompak)
4. Performing (tim dapat bekerja dengan solid)
5. Adjouring (fase pembubaran tim)
Pengelola Proyek Harus Paham Alternatif Manajemen Konflik
1. Forcing (memaksakan kehendak)
2. Withdrawing/avoiding (menghindari konflik)
3. Smoothing/accomodating (fokus pada hal-hal yg disepakati ketimbang hal yg tidak sesuai)
4. Compromising (mecari solusi yg memuaskan kedua pihak)
5. Confronting/Problem Solving (memperlakukan konflik sebagi persoalan yg perlu segera diatasi)
6. Collaborating (menggabungkan bebagai sudut pandang dan mengarah pada tercapainya komintmen
Pengelola Proyek Harus Menyegarkan Diri Dengan Berbagai Teori Organisasi
1. Teori Maslow
2. Teori dua faktor/hygiene Theory dari Herzberg
Manajemen Sumber Daya sangatlah penting dalam manajemen proyek. SDM yang memadai akan membantu dalam pelaksanaan proyek.
Referensi:
Suprapto, Tommy, 2009, Pengantar Teori& Manajemen Komunikasi, Jakarta: Media Pressindo
Kurniali, Sartika, 2013, Super Project Manager, Jakarta: elex media komputindo.
Mode Penanganan Konflik
Komunikasi sangat penting dilakukan antar pelaku manajemen proyek perusahaan maupun dengan investor dan pekerja. Agar proses proyek dapat terus terpantau, entah itu dari segi perkembangan maupun biaya.
Referensi:
Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi. Jakarta : Media Pressindo.
Kurniali, Sartika. 2013. Super Project Manager. Jakarta : elex media komputindo.
Tugas ke 3
Minggu ke 7, 8, 9, dan 10
NAMA : EKA FITRIA
NPM : 21117891
KELAS : 3KB07
Manajemen Biaya
Dalam menjalankan sebuah proyek, pastinya memerlukan estimasi biaya yang jelas dan terstruktur. Tujuannya agar kedepannya jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, bisa diperbaiki dengan manajemen biaya yang ada.
Manajemen Biaya meliputi proses-proses yang diperlukan untuk menjamin agar proses estimasi biaya peraktivitas dapat diperoleh secara realistis, dan anggaran biaya total yang telah disetujui cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam lingkup proyek.
EARNED VALUE MANAGEMENT
- Membuat
estimasi biaya per aktvitas.
- Menyusun
anggaran biaya total (Budget At Completion/BAC)
- Mengawasi
besarmya biaya yang dikeluarkan apakah sesuai anggaran (Cost variance dan
Cost Perfomance Index) dan membandingkan rencana pencapaian
pekerjaan (ScheduleVariance dan Schedule Perfomance Index)
- Mendapatkan
informasi kinerja proyek dan menghitung perkiraan anggaran biaya total
(Estimate at Completion) apakah masih sesuai degan BAC
- Mendapatkan
informasi realisasi pencapaian pekerjaan lalu menghitung berapa anggaran
yang harus disediakan untuk menyelesaikan proyek
NET PRESENT VALUE
Metode untuk menghitung nilai ekuivalen saat ini, bagi suatu perkiraan pendapatan di masa depan. Apabila NPV bernilai positif dapat dikatakan proyek dikatakan layak untuk dilaksanakkan.
CASH FLOW ANALYSIS
Metode untuk menyiapkan,menganalisis, dan memastikan arus kas pengeluaran dan pemasukansuatu proyek sehingga proyek secara keseluruhan berjalan lancer
BIAYA LANGSUNG
Biaya yang terkait langsung dengan suatu proyek misalnya gaji anggota proyek, pembelian barang, dll.
- Umumnya
komponen biaya langsung dicantumkan dalam rencana anggaran proyek
LIFE CYCLE COSTING
- Estimasi
total biaya selama masa pemanfaatan sebuah produk/proye.
- Ex :
Biaya pembelian, biaya pemeliharaan, dll
PROSES UTAMA MANAJEMEN BIAYA PROYEK
- Membuat
estimasi biaya per aktivitas, penjadwalan proyek, millestone, dan juga
infromasi risiko serta ekspektasi mutu.
- Menganalisa
proyek dengan teknik estimasi biaya dengan estimasi waktu, karena dua hal
tersebut sangat berhubungan. Teknik yang dapat digunakan antara lain
memakai data terlebih dahulu, data publikasi dari asosiasi, parametric,
PERT, Analisis Buttom-up, dll.
- Untuk
mendapatkan akurasi yang optimal, dibutuhkan estimasi biaya untuk semua
aktivitas dalam suatu proyek terutama biaya langsung proyek. Dan
selanjutnya dilanjutkan dengan penjumlahan yang akan menghasilkan total
anggaran sebagai basis pelaksanakkan proyek.
- Ciri
timing dan akurasi estimasi biaya :
1. Estimasi
Pendahuluan
2. Estimasi
Anggaran
3. Estimasi
Definitif
- Dalam
memastikan anggaran total suatu proyek pengelola proyek juga perlu
mininjau isi kontrak, ruang lingkup pekerjaan, asumsi, dan dasar estimasi
setiap aktivitas, dll. Serta kebijakan dan peraturan perusahaan terkait
masalah anggara dan manajemen biaya termasuk kebijakan cadangan proyek.
- Semua
hal yang relevan dengan aspek pengendalian anggaran diperlukan suatu
Proses Cost Control (Pengendalian Anggaran)
- Metode
utama yang digunakan dalam pengendalian biaya adalah Earned Value
Management (EVM)
Sumber :
Dana Prasada Mulyoto,MBA,PMP. Sartika Kurniali,S.Kom.,MMSI;Super Project Management, Jakarta 2013,PT Elex Media Komputindo
Manajemen Kualitas
Kualitas
Kata ‘kualitas’ memiliki berbagai artian yang berlainan. Goetsch dan Davis (1994) mengemukakan konsep holistik mengenai kualitas sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pengguna produk atau jasa.
Menurut Tjiptono dan Diana (1996), ada tiga tahap perkembangan konsep kualitas
- Era
Craftsmanship
Seorang tukang ahli (Craftsman) dapat diartikan sebagai seorang yang sangat terampil mengerjakan semua tugas yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Termasuk dalam hal peranan pimpinan, petugas operasional, dan pengendali kualitas. Pendekatan ini mulai ditinggal seiring dengan berkembangnya studi waktu dan perlunya pemisahan antara perencanaan dengan implementasi.
- Pendekatan
Taylor
Dengan adanya pembagian tugas, manajemen diberi tanggung jawab perencanaan, bagian operasi ditangani oleh tenaga kerja atau buruh, dan untuk menjaga kualitas maka dibentuklah departemen kualitas secara terpisah.
Sejalan dengan meningkatnya volume dan kompleksitas operasi, kualitas juga berkembang sebagai isu yang semakin rumit. Pendekatan tradisional yang sarat akan inspeksi tidak lagi memadai. Hasil inspeksi hanya sekadar menyisihkan komponen produk yang cacat sedangkan penyebab produk cacat tetap ada dan biaya akibat produk cacat tetap tinggi. Selain itu, muncul masalah mengenai 3K (komunikasi, koordinasi dan kerjasama). Kenyataan ini mendorong adanya pendekatan kualitas total atau yang lebih dikenal dengan total quality management (TQM).
- Total
Quality Management (TQM)
Konsep TQM dikemukakan pertama kali oleh Nancy Warren, seorang ilmuwan tingkah laku dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Istilah ini mengandung makna every process, every job dan every aspect (Goetsch dan Davis, 1994). TQM didefuniskan sebagai pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimalkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
Karakteristik TQM terdiri atas fokus pada pelanggan, berorientasi pada kualitas, menggunakan pendekatan ilmiah, memiliki komitmen jangka panjang, kerjasama tim, menyempurnakan kualitas secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, menerapkan kebebasan yang terkendali, memiliki kesatuan tujuan, dan melibatkan dan memberdayakan karyawan.
ISO 9000
- ISO
9000 adalah sebuah standar dalam manajemen kualitas yang dibentuk
berdasarkan konvensi ISO/TC 176 pada 1979. ISO 9000 dibentuk sebagai dasar
dari suatu standar dalam manajemen kualitas, yang disusun secara lengkap
pada 1982 dan diperkenalkan secara umum pada 1983.
- ISO
9000 memperkenalkan persyaratan penting yang dibutuhkan perusahaan untuk
menjamin konsistensi produksi dan pengiriman yang tepat waktu terhadap
barang dan jasa pada pasar.
- ISO
9000 merupakan standar manajemen mutu dan bukan standar produk, sehingga
perusahaan yang mempunyai sertifikat ISO 9000 tidak dapat mengiklankan
produknya yang sudah memenuhi standar internasional.
- ISO
9000 akan diulas dan direvisi setiap 6 tahun. ISO 9000-2000 adalah yang
terbaru.
- Mutu
(Kualitas) dalam kerangka ISO 9000 didefinisikan sebagai ciri dan karakter
menyeluruh dari suatu produk atau jasa yang memengaruhi kemampuan produk
tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu.
- Definisi
ini menekankan pada kepuasan pelanggan atau pemakai produk. Misalnya dari
segi desain, kepuasan diukur dari estetika, pemenuhan fungsi, keawetan
bahan, keamanan, dan ketepatan waktu.
- Manajemen
mutu adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen keseluruhan yang menetapkan
dan menjalankan kebijakan mutu suatu organisasi.
- Untuk
mencukupkan kebutuhan pelanggan dan ketepatan waktu dengan anggaran yang
hemat dan ekonomis, manajer proyek harus mengadakan pelatihan manajemen
kualitas. Hal-hal yang menyangkut kualitas adalah: Produk/pelayanan/proses
pelaksanaan, dan Proses manajemen proyek itu sendiri.
Manajemen kualitas proyek
Ada dua model yang sukses diterapkan dalam pelatihan konsultan konstruksi dalam meningkatkan kinerja dari manajemen proyek, yaitu:
- Continuous
Quality Management Model
Model ini digunakan sebuah perusahaan untuk meningkatkan bisnis mereka. Hal ini merupakan cara hidup dari semua organisasi yang ingin mencapai posisi yang kompetitif dalam arus industralisasi yang cepat.
Model ini sering ditemukan di perusahaan yang bersifat customer-driven. Termasuk Levi Strauss, Motorola, dan Xerox. Perusahaan yang sudah memenangkan penghargaan Malcolm Baldrige Award -Penghargaan yang mengakui kualitas manajemen yang patut dicontoh- juga termasuk.
- Process
Quality Management Model
Model ini digunakan untuk menghubungkan faktor kesuksesan yang kritis dalam proses bisnis. Model ini membangun dasar fondasi untuk meneruskan mengadakan suatu analisis terhadap langkah-langkah dan proses dalam meningkatkan dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
Syarat Penggunaan dalam Manajemen Kualitas
Ada 3 proses dalam manajemen kualitas proyek, Yaitu:
- Inspeksi
Suatu proses mengukur kegiatan proses konstruksi untuk memeriksa apakah standar spesifikasi telah dicapai.
- Quality
Control
Teknik dan aktivitas operasi yang digunakan agar mutu tertentu yang dikehendaki dapat dicapai. Aktivitasnya mencakup monitoriing, menghilangkan masalah yang diketahui, mengurangi penyimpangan, dan usaha-usaha untuk mencapai efektivitas ekonomi.
- Quality
Assurance
Seluruh tindakan yang sistematis dan terencana yang diperlukan agar terjadi kepastian dan kepercayaan terhadap mutu produk atau jasa yang diberikan. Aktivitasnya mencakup kegiatan proses –baik internal maupun eksternal-, termasuk merumuskan kebutuhan pelanggan
Quality Assurance mengevaluasi biaya dari proyek secara menyeluruh dan teratur untuk menetapkan anggaran yang keluar relevan dan sesuai dengan standar kualitas.
Six Sigma
- Six
Sigma dapat didefinisikan sebagai strategi perbaikan kinerja bisnis dalam
hal peningkatan profitabilitas dengan cara membuang hal-hal yang tidak
diperlukan, mereduksi biaya, dan meningkatkan efisiensi maupun efektivitas
di berbagai kegiatan operasional yang dapat memenuhi bahkan melebihi
kebutuhan dan harapan pelanggan.
- Motorola
merupakan perusahaan pertama di Amerika yang menerapkan konsep Six Sigma
pada tahun 1987. Konsep inilah yang membawa mereka pada perolehan
penghargaan Malcolm Baldrige National Award pada tahun 1988.
Six sigma dan Manajemen
- Six
Sigma dalam hal manajemen digunakan sebagai sebuah panduan dasar dan
sebuah pendekatan yang dipakai oleh para profesional dalam mengelola
proyek-proyek inovasi (Chan and Macbeth, 2001)
Six sigma dan Statistic
- Six
Sigma dalam bahasa statistik berarti terjadinya 3.4 DPMO (Defects Per
Million Opportunities) atau hampir sama sekali tidak terjadi kesalahan
dalam menciptakan keluaran dari sebuah proses produksi (selalu memenuhi
kebutuhan pelanggan).
- Sigma
sendiri merepresentasikan kisaran variasi (simpangan) dari rata-rata
keluaran pada sebuah proses
Kualitas Biaya
Prinsip bahwa mutu harus direncanakan agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari dan tidak berdampak buruk terhadap biaya dan reputasi proyek dalam jangka panjang. Proses pelaksanaan yang buruk dan beresiko negatif. Akibatnya, biaya perawatan dan pencegahan akan menjadi mahal. Ini adalah salah satu contoh dari kualitas biaya.
Penggunaan Software dalam Project Quality Management
Prinsip bahwa mutu harus direncanakan agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari dan tidak berdampak buruk terhadap biaya dan reputasi proyek dalam jangka panjang. Proses pelaksanaan yang buruk dan beresiko negatif. Akibatnya, biaya perawatan dan pencegahan akan menjadi mahal. Ini adalah salah satu contoh dari kualitas biaya.
Penggunaan Software dalam Project Quality Management
- Dengan
majunya perkembangan teknologi informasi, pengerjaan Project Quality
Management dapat terbantu dengan adanya software seperti : Primavera,
Artemis, maupun Microsoft Project. Dalam mempermudah pengerjaan Project
Quality Management akan diperlihatkan contoh-contoh perencanaan dan
pelaksanaan proyek.
Referensi:
K.C. Chan, Peter Ong, R, Eko Indrajit. 2004 INTEGRATED PROJECT MANAGEMENT. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Drs. H. A. Hamdan Dimyati M.Si., Kadar Nurjaman S.E. M.M. 2014 MANAJEMEN PROYEK. Bandung : CV Pustaka Setia.
Dana Persada Mulyono, MBA, PMP., Sartika Kurniali, S.Kom. MMSI 2013 SUPER PROJECT MANAGER. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.
Wysocki, Robert K., Robert Beck,jr, and David B. Crane. 2000. Effective Project Management Second Edition. New York, NY: John Wiley & Sons. (ISBN 0-471-36028-7)
Manajemen Sumber Daya
Manajemen Sumber Daya adalah proses mengorganisasikan dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat dalam proyek, sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien. Ini mencakup semua proyek stakeholder - sponsor, pelanggan, mitra, kontributor individu, dan lain-lain.
Proses Dalam Manajem SDM
1. Perencanaan SDM
2. Perekrutan Anggota/Tim
3. Pengembangan Kerja Tim Proyek
4. Pengelolaan Tim
Hal-Hal Yang Harus Deketahui Dalam Pengelola Proyek
1. Pemantauan terkait tahap perkembangan tim proyek
2. Pengelola proyek harus paham alternatif manajemen konflik
3. Pengelola proyek harus menyegarkan diri dengan berbagai teori organisasi
Pemantauan Terkait Tahap Perkembangan Tim Proyek
1. Farming (tahap pembentukan tim)
2. Storming (tahap mulai kerja dan menyesuaikan pola kerja, latar belakang, dan lain-lain)
3. Norming (tahap dimana tim mulai kompak)
4. Performing (tim dapat bekerja dengan solid)
5. Adjouring (fase pembubaran tim)
Pengelola Proyek Harus Paham Alternatif Manajemen Konflik
1. Forcing (memaksakan kehendak)
2. Withdrawing/avoiding (menghindari konflik)
3. Smoothing/accomodating (fokus pada hal-hal yg disepakati ketimbang hal yg tidak sesuai)
4. Compromising (mecari solusi yg memuaskan kedua pihak)
5. Confronting/Problem Solving (memperlakukan konflik sebagi persoalan yg perlu segera diatasi)
6. Collaborating (menggabungkan bebagai sudut pandang dan mengarah pada tercapainya komintmen
Pengelola Proyek Harus Menyegarkan Diri Dengan Berbagai Teori Organisasi
1. Teori Maslow
2. Teori dua faktor/hygiene Theory dari Herzberg
Manajemen Sumber Daya sangatlah penting dalam manajemen proyek. SDM yang memadai akan membantu dalam pelaksanaan proyek.
Referensi:
Suprapto, Tommy, 2009, Pengantar Teori& Manajemen Komunikasi, Jakarta: Media Pressindo
Kurniali, Sartika, 2013, Super Project Manager, Jakarta: elex media komputindo.
Manajemen Komunikasi
Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat
menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Komunikasi adalah sebuah
proses, sebuah kegiatan yang berlangsung kontinu. Joseph De Vito (1996)
mengemukakan komunikasi adalah transaksi. Maksudnya setiap hal dari komunikasi
itu saling terkait.
Dalam aplikasinya langkah langkah proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1. Langkah pertama ide/gagasan diciptakan oleh sumber/komunikator.
2. Langkah kedua adalah ide yang diciptakan tersebut kemudian dialih bentukan menjadi lambang lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan.
3. Langkah ketiga, pesan yang telah di encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik komunikasi ditujukan kepada komunikan.
4. Langkah keempat, penerimamenafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
5. Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di decoding, khalayak akan mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator
Rencana Komunikasi
Tujuan atau rencana komunikasi adalah menghibur, memberikan informasi, dan mendidik. Dengan tujuan tersebut berdampak pula pada peningkatan pengetahuan (kognitif), membangun kesadaran (sikap), dan mengubah perilaku (psikomotorik) seseorang atau masyarakat dalam suatu proses komunikasi.
Isi Rencana Manajemen Komunikasi
Proses utama dalam kegiatan perencanaan dan pembuatan Project Management Plan adalah :
1. Informasi, termasuk format, isi dan level detail
2. Siapa penerima dan pembuat informasi
3. Perencanaan sumber daya manusia
4. Metode/ teknologi untuk menghasilkan informasi
5. Merangkum kebutuhan dan keinginan klien
6. Merinci unit unit pekerjaan
7. Prosedur revisi untuk memperbarui rencana manj komunikasi
8. Membuat estimasi biaya
9.
Distribusi Komunikasi
Setelah melakukan perencanaan komunikasi, hasil yang diperoleh adalah rencana manajemen komunikasi. Langkah selanjutnya adalah pendistribusian informasi. Dalam melakukan pendistribusian informasi dibutuhkan input berupa perencanaan manajemen komunikasi dengan menggunakan alat dan teknik berupa kemampuan komunikasi, metode distribusi informasi, proses pembelajaran, serta sistem informasi. Hasil atau output dari proses distribusi informasi ini adalah proses atau alur komunikasi dari organisasi proyek dan perubahan permintaan.
Bentuk distribusi komunikasi pada proyek ada beberapa macam antara lain adalah :
Dalam aplikasinya langkah langkah proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1. Langkah pertama ide/gagasan diciptakan oleh sumber/komunikator.
2. Langkah kedua adalah ide yang diciptakan tersebut kemudian dialih bentukan menjadi lambang lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan.
3. Langkah ketiga, pesan yang telah di encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik komunikasi ditujukan kepada komunikan.
4. Langkah keempat, penerimamenafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
5. Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di decoding, khalayak akan mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator
Rencana Komunikasi
Tujuan atau rencana komunikasi adalah menghibur, memberikan informasi, dan mendidik. Dengan tujuan tersebut berdampak pula pada peningkatan pengetahuan (kognitif), membangun kesadaran (sikap), dan mengubah perilaku (psikomotorik) seseorang atau masyarakat dalam suatu proses komunikasi.
Isi Rencana Manajemen Komunikasi
Proses utama dalam kegiatan perencanaan dan pembuatan Project Management Plan adalah :
1. Informasi, termasuk format, isi dan level detail
2. Siapa penerima dan pembuat informasi
3. Perencanaan sumber daya manusia
4. Metode/ teknologi untuk menghasilkan informasi
5. Merangkum kebutuhan dan keinginan klien
6. Merinci unit unit pekerjaan
7. Prosedur revisi untuk memperbarui rencana manj komunikasi
8. Membuat estimasi biaya
9.
Distribusi Komunikasi
Setelah melakukan perencanaan komunikasi, hasil yang diperoleh adalah rencana manajemen komunikasi. Langkah selanjutnya adalah pendistribusian informasi. Dalam melakukan pendistribusian informasi dibutuhkan input berupa perencanaan manajemen komunikasi dengan menggunakan alat dan teknik berupa kemampuan komunikasi, metode distribusi informasi, proses pembelajaran, serta sistem informasi. Hasil atau output dari proses distribusi informasi ini adalah proses atau alur komunikasi dari organisasi proyek dan perubahan permintaan.
Bentuk distribusi komunikasi pada proyek ada beberapa macam antara lain adalah :
- Rapat-rapat
(meetings).
- Distribusi
dokumen berupa hardcopy.
- Distribusi
data melalui media elektronik seperti electronic mail/E-mail, mesin fax,
dan lain-lain.
Pelaporan Performance
Informasi yang terkandung didalamnya, antara lain :
Informasi yang terkandung didalamnya, antara lain :
- Status
reports, yang berisi tentang sejauh mana proyek sudah berjalan dalam
kerangka ruang lingkup, waktu dan biaya.
- Progres
reports menggambarkan sejauh mana tim proyek sudah menyelesaikan
pekerjaannya. Biasanya berupa laporan rutin.
- Mengadakan
evaluasi akhir proyek
- Mengkaji
apakah metodologi manajemen perlu diperbaiki
Mode Penanganan Konflik
- Action
: tindakan langsung
- Secure
understanding : memberikan pengertian atas suatu inovasi
- Motivate
action : memotivasi agar melukan tindakan
- Forcing:
pendekatan win-lose
- Withdrawal:
menghindari potensi pertentangan
Komunikasi sangat penting dilakukan antar pelaku manajemen proyek perusahaan maupun dengan investor dan pekerja. Agar proses proyek dapat terus terpantau, entah itu dari segi perkembangan maupun biaya.
Referensi:
Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi. Jakarta : Media Pressindo.
Kurniali, Sartika. 2013. Super Project Manager. Jakarta : elex media komputindo.
Comments
Post a Comment