Manajemen Proyek dan Resiko
NAMA : EKA FITRIA
KELAS : 3KB07
NPM : 21117891
M1:
Pengenalan Manajemen Proyek
1.
Latar belakang, sejarah dan motivasi mempelajari manajemen proyek khususnya TI
·
Laporan
Chaos 1995
·
Penelitian
Standish Group menunjukkan 31,1% mengejutkan proyek akan dibatalkan sebelum
mereka pernah mendapatkan selesai
·
Hasil
lebih lanjut menunjukkan 52,7% dari proyek akan menelan biaya lebih dari 189%
perkiraan asli mereka
·
Di
sisi keberhasilan, rata-rata hanya 16,2% untuk perangkat lunak proyek yang
diselesaikan tepat waktu
·
Sebuah
laporan tahun 2001 menunjukkan bahwa AS menghabiskan $ 2.3 triliun untuk proyek
setiap tahun
·
Belanja
TI di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh sebesar 4% dan 6% dalam beberapa
tahun mendatang
·
Pada
tahun 2003 rata-rata manajer proyek senior di US berpenghasilan hampir $ 90,000
per tahun
·
Di
AS, nomor-satu realitas acara TV pada tahun 2004, menggambarkan peran manajer
proyek penting dalam bisnis
2.
Keuntungan menggunakan formal manajemen proyek
·
Kontrol
yang lebih baik di bidang keuangan, fisik, dan SDM
·
Meningkatnya
relasi dengan customer
·
Waktu pembangunan
yang lebih singkat
·
Biaya yang
lebih rendah
·
Kualitas lebih
tinggi & meningkatnya reliabilitas
·
Keuntungan yang
lebih besar
·
Meningkatnya produktivitas
·
Koordinasi yang
lebih baik
·
Moral pekerja
lebih baik
3.
Pengertian proyek dan manajemen proyek
Proyek adalah rangkaian usaha dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan
untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa unik tertentu , dilaksanakan oleh
manusia dengan memanfaatkan berbagai sumber daya melalui rangkaian proses
perencanaan, eksekusi dan kontrol
Contoh
Proyek:
-
Membuat desain baru kendaraan di zaman sekarang
-
Mengembangkan produk baru
-
Membangun sebuah gedung atau fasilitas dalam sebuah lingkungan
-
Membuat perubahan dalam struktur organisasi
Proyek memiliki jangka waktu tertentu yang berarti bahwa rangkaian aktivitas
tersebut memiliki titik mulai dan titik selesai yang pasti (ditargetkan).
Bersifat unik yang berarti bahwa tidak ada proyek yang menghasilkan produk atau
jasa yang identik
Manajemen Proyek adalah penerapan pengetahuan, kompetensi, keahlian, peralatan,
metodologi, dan teknik didalam proses pengelolaan sebuah proyek sehingga
dapat memenuhi kebutuhan dan harapan berbagai pihak yang berkepentingan
(stakeholders) dari proyek tersebut
4.
Kendala-kendala Manajemen Proyek
·
Proyek
harus beroperasi dalam lingkungan organisasi yang luas
·
Manajer
proyek perlu mengambil pandangan holistik atau sistem proyek dan mengerti
bagaimana terletak didalam organisasi besar
5.
Kerangka kerja dan area knowledge manajemen proyek
·
Kerangka
kerja manajemen proyek menyediakan struktur dasar untuk memahami manajemen
proyek
·
Konteks
manajemen proyek menggambarkan lingkungan internal dan eksternal dimana
dimana proyek tersebut beroperasi
·
Rangkaian
proses manajemen proyek menggambarkan pandangan umum tentang bagaimana
proses manajemen proyek dalam pengelolaan proyek tersebut dilaksanakan dan
hubungan keterkaitan antaranya
·
Pengelolaan
Waktu proyek termasuk memperkirakan berapa lama memakan waktu untuk
menyelesaikan kerja, membangun jadwal proyek yang dapat diterima, dan menjamin
ketepatan waktu penyelesaian proyek tersebut
·
Pengelolaan
Lingkup proyek termasuk menentukan dan mengelola semua kerja yang diperlukan
untuk menyeleesaikan kesuksesan proyek
·
Pengelolaan
Biaya proyek terdiri dari persiapan dan pengelolaan biaya untuk proyek
·
Proyek
pengelolaan Resiko termasuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon resiko
yang terjadi di dalam proyek
·
Proyek
SDM memperhatikan kegunaan efektif dari orang yang terkait dengan proyek
itu
·
Project
Integration management mempengaruhi dan dipengaruhioleh 8 area pengetahuan
lainnya
6.
Alat dan teknik Manajemen Proyek
Alat dan tehnik manajemen proyek membantu manajer proyek maupun timnya dari
berbagai aspek manejemen proyek
·
Analisis
waktu, bagan Gantt, dan diagram network
·
Perkiraan
biaya
·
Perkiraan
ruang lingkup
7.
Hubungan manajemen proyek dengan disiplin ilmu lain
·
Sebagian
besar pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola proyek yang unik atau hampir
unik untuk manajemen proyek (misalnya: analisis jalur kritis dan struktur kerja
rincian). Namun PMBOK tidak tumpang tindih dengan disiplin manajemen yang
lainnya
·
Manajemen
umum meliputi perencanaan, pengorganisasian, staf, melaksanakan, dan
mengendalikan operasi perusahaan berlangsung. Manajemen umum juga termasuk
mendukung disiplin ilmu seperti pemrograman computer, hukum, statistic dan
teori probabilitas,logistic dan personel. PMBOK ini tumpang tindih manajemen
umum di banyak daerah- prilaku organisasi, peramalan keuangan, dan teknik
perencanaan
·
Daerah
aplikasi adalah kategori proyek yang memeiliki elemen umum yang signifikan
dalam proyek tsb namun tidak dibutuhkan hadir dalam semua proyek. Daerah
aplikasi didefinisikan dalam hal Teknis elemen, seperti pengembangan perangkat
lunak, farmasi atau teknik kontruksi.Manajemen elemen, seperti kontrak
pemerintah atau pengembangan produk baru. Industry kelompok, seperti otomotif,
kimia, atau layanan keuangan
8.
Bagan Gantt, diagram Network, dan alat manajemen proyek enterprise
·
Bagan
Gantt
·
Diagram
Network
·
Alat
manajemen proyek enterprise
9.
Profesi dan Sertifikasi Manajemen Proyek
-
Profesi manajemen proyek:
Berbagai kelompok – kelompok tertentu berminat di berbagai bidang seperti
engineering, berbagai bidang jasa, maupun kesehatan
-
Sertifikasi manajemen proyek:
PMI telah menyediakan sertifikasi sebagai Project Management Profesional (PMP). Untuk mendapatkan sertifikasi itu seorang PMP harus mempunyai pengalaman proyek yang cukup, dan harus mengikuti test PMP dank ode etik yang telah ada
PMI telah menyediakan sertifikasi sebagai Project Management Profesional (PMP). Untuk mendapatkan sertifikasi itu seorang PMP harus mempunyai pengalaman proyek yang cukup, dan harus mengikuti test PMP dank ode etik yang telah ada
10.
Etika dalam Manajemen Proyek
Seorang
PMP harus mengikuti kode etik yang ada. Karena kode etik adalah begian penting
dari semua manajemen proyek dan seorang PMP harus bertanggung jawab secara
professional
11.
Manajemen Proyek Software
Enterprise
Proyek Manajemen software mengintegrasikan informasi dari beberapa proyek untuk
memperlihatkan status proyek-proyek yang telah disetujui, aktif, dan akan
datang dalam seluruh organisasi Juga menyediakan link pada informasi yang lebih
detail mengenai suatu proyek tertentu
Sumber:
Information Technology Project
Management, 5th "Edition" , by Kathy Schwalbe, Thompson Course
Technology, Boston-Massachusetts,
2007, Chapter 1 (ibm@ilkom.ac.id)
M2:
Konteks Manajemen Proyek dan TI
Konteks Manajemen Proyek dan TI
1.
Gambaran sistem dari manajemen proyek
Ketika jumlah dan tingkat kerumitan proyek terus berkembang, maka manajemen proyek itu harus semakin perlu dipraktekan untuk membiasakan diri menghadapi masalah – masalah maupun kerumitan yang ditemui. Sehingga tingkat kerumitan yang menjadi beban, lama – lama akan berkurang
Ketika jumlah dan tingkat kerumitan proyek terus berkembang, maka manajemen proyek itu harus semakin perlu dipraktekan untuk membiasakan diri menghadapi masalah – masalah maupun kerumitan yang ditemui. Sehingga tingkat kerumitan yang menjadi beban, lama – lama akan berkurang
Manajer proyek yang sukses harus memiliki dan mengembangkan banyak ketrampilan
dan memimpin tim mereka melalui praktek langsung. Proyek memiliki beberapa
atribut, seperti bersifat unik, sementara dan dikembangkan secara incremental.
Sebuah kerangka untuk manajemen proyek termasuk stakeholder, sembilan bidang
pengetahuan, tools dan teknik, dan menciptakan portofolio proyek untuk menjamin
kesuksesan perusahaan
2.
Pemahaman mengenai organisasi dan struktur dasar organisasi serta pengaruhnya
pada proyek
Sebuah
organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti
penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi
sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah
organisasi yang dapat diakui keberadaanya oleh masyarakat disekitarnya, karena
memberikan kontribusi seperti pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat
sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini bukan berarti keanggotaan seumur hidup akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka meskipun pada saat mereka menjadi anggota orang-orang dalam organisasi berpatipasi secara relatif teratur. Struktur organisasi mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Variabel struktur
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini bukan berarti keanggotaan seumur hidup akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka meskipun pada saat mereka menjadi anggota orang-orang dalam organisasi berpatipasi secara relatif teratur. Struktur organisasi mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Variabel struktur
a.
Ukuran (size):
·
Makin
besar akan semakin komplek impersonal, semakin lugas , semakin sulit diarahkan,
semakin sulit dipadukan
·
Ukuran
menciptakan dilema
·
Tak
ada yang tahu ukuran yang optimum
b.
Jumlah tingkatan hirarkhi:
·
Kalau
terlalu banyak bisa timbul kesulitan komunikasi vertikal
·
Sebaiknya
tak terlalu banyak
·
Perhatikan
efektivitas komunikasi
c.
Struktur kewenangan:
·
Orang-orang
yang punya kewenangan membuat keputusan bagi organisasi
·
Siapa
saja yang termasuk dalam struktur
·
Bila
hanya satu orang bisa timbil kesulitan
·
Pendelegasian
wewenang
d.
Struktur komunikasi:
·
Variabel
yang terpenting
·
Dari
puncak hirarkhi sampai ke paling bawah
·
Juga
perlu diperhatikan komunikasi horisontal
e.
Struktur tugas:
·
Sama
dengan struktur peranan
·
Cara
organisasi membagi-bagi tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya
·
Apakah
semua pekerjaan terbagi habis
·
Apakah
semua anggota mendapat peranan
·
Apakah
hanya orang tertentu saja yang berperan
f.
Struktur status dan prestis:
·
Apa
yang diperoleh dari organisasi dengan pengorbanan yang diberikan
·
Apakah
prestis (gengsi) seseorang akan naik dengan menjadi anggota organisasi
·
Apakah
prestis terbagi secara merata
·
Apakah
organisasi memiliki jenjang status yang terbuka bagi semua anggota
g.
Jarak psikologis:
·
Antara
orang yang di puncak (pengambil keputusan) dan orang- orang di bawah (yang
melakukan pekerjaan)
·
Komunikasi
emosi antara orang-orang dalam hirarkhi
·
Menunjukkan
kemudahan komunikasi vertikal effektif/tidak
Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap
stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara profesional dan bertanggung
jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek,
manajer proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna). Para manajer proyek harus mengambil waktu untuk
mengidentifikasi, memahami, dan mengelola hubungan dengan semua stakeholder
proyek menggunakan empat frame organisasi yang dapat membantu memenuhi
kebutuhan stakeholder dan harapan. Dalam hal itu senior eksekutif stakeholder
sangat penting di beberapa studi menyebutkan komitmen manajemen puncak sebagai
salah satu faktor kunci yang terkait dengan proyek sukses
4.
Phase dan siklus hidup proyek
Ada 6 tahap siklus hidup proyek yaitu: Model Water Fall, System Engineering,
Over Lapping Phases, Prototyping, Joint Aplication Development, Herative Life
Cycle. Berikut penjelasan secara detailnya:
a. Model Water Fall
- System
/ Information Engineering and Modeling. Permodelan
ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan
diaplikasikan ke dalam bentuk software
- Analisis Kebutuhan
Perangkat Lunak / Software Requirements Analysis.
Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software
- Design. Proses ini digunakan untuk mengubah
kebutuhan-kebutuhan di atas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint”
software sebelum coding dimulai
- Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini
adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang
dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses
coding - Maintenance
- Testing /
Verification. Sesuatu yang dibuat
haruslah di ujicobakan 2. System Engineering
- Maintenance. Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk
di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya
hanya seperti itu
b. System Engineering
Tahapannya
dengan menggunakan OMT (Object Modelling Technique)
-
Model Objek
-
Model Dinamis
-
Model Fungsional
c.
Over Lapping Phases
-
Komunikasi pelanggan, yaitu
tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan-kebutuhan
yang diinginkan oleh pelanggan
-
Perencanaan, yaitu
tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek
informasi lain yg berhubungan
-
Analisis Resiko, yaitu
tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko manajemen dan teknis
-
Perekayasaan, yaitu
tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari apikasi
tersebut
-
Konstruksi dan peluncuran, yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk
mengkonstruksi, menguji, memasang , dan memberi pelayanan kepada pemakai
-
Evaluasi Pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari
pelanggan
d.
Prototyping
-
Pengumpulan kebutuhan. Pelanggan dan pengembang bersama-sama
mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua
kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat
-
Membangun prototyping. Membangun prototyping dengan membuat perancangan
sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan
membuat input dan format output)
-
Evaluasi protoptyping.
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun
sudah sesuai dengan keinginann pelanggan
-
Mengkodekan sistem.
Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam
bahasa pemrograman yang sesuai
-
Menguji sistem.
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites
dahulu sebelum digunakan
-
Evaluasi Sistem.
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang
diharapkan
-
Menggunakan sistem. Perangkat
lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan
e.
Joint Aplication Development
-
Bussiness Modelling. Tahap
ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan informasi
-
Data Modelling. Tahap
aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi sekumpulan objek
data
-
Process Modelling. Tahap
dimana objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi aliran informasi yang
diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis
-
Aplication Generation. Tahap dimana menggunakan component program yang
sudah ada atau membuat component yang bisa digunakan lagi
-
Testing and Turnover. Tahap
pengujian sistem
f.
Herative Life Cycle
-
Perencanaan (Planning). Tujuan dari tahap perencanaan adalah untuk
meng-hasilkan rencana kerja (work plan) formal untuk pengembangan sistem
- Pendefinisian Knowledge (Knowledge
Definition). Tujuan tahap ini adalah
mendefiniskan kebutuhan knowledge dari sistem
- Perancangan Knowledge (Knowledge
Design). Tujuan tahap ini adalah menghasilkan rancangan
rinci untuk sistem
- Koding dan pengujian (Code and
Checkout). Tahap ini menandakan dimulainya pemrograman
- Verifikasi
Knowledge (Knowledge Verification). Tahap
ini bertujuan untuk menentukan ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi sistem
- Evaluasi sistem
(System Evaluation). Tahap ini
merupakan tahap akhir dari siklus dan bertujuan untuk menyimpulkan apa yang
dipelajari dari rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan
5.
Siklus hidup produk
Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang
dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk
juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)
ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke
pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life
Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan
pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini
dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan
diperluas oleh para ahli lainnya
Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline
Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu:
Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline
Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu:
-
Tahap perkenalan (introduction)
Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume
penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul
baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang
dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang
harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi
barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah
- Tahap pertumbuhan (growth)
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya
- Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan
- Tahap pertumbuhan (growth)
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya
- Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan
-
Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya)
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya)
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut
6.
Konteks dari proyek IT
Sebuah fenomena yang unik telah terjadi dalam bidang teknologi informasi.
Fenomena ini dapat dilihat pada seluruh aktivitas yang terdapat didalamnya.
Hampir seluruh aktivitas yang terkait dengan kegiatan perencanaan, pengembangan
dan penerapan teknologi informasi dilakukan melalui aktivitas berbasis proyek.
Hal ini tentunya sangat berbeda dengan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang
bersifat rutin, dimana dalam menyelesaikan aktivitas berorientasi proyek, waktu
pelaksanaan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, out put yang akan dihasilkan,
pihak-pihak yang terlibat, besarnya anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan
ditetapkan dengan jelas
Fenomena diatas mengindikasikan bahwa seseorang yang ingin berhasil dalam
meniti karir di dunia IT, harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang
manajemen proyek teknologi informasi. Selain diterapkan dalam bidang
konstruksi, ilmu manajemen proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan
dalam bidang IT. Nilai proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan
proyek-proyek IT harus direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek
IT yang mengalami kegagalan dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan
biaya yang telah ditetapkan diawal
7. Fungsi kerja manajemen proyek
Manfaat
manajemen proyek dilihat dari segi bidang-bidang tertentu yaitu:
- Planning to Do ( Perencanaan Selanjutnya). Berfungsi sebagai memberikan gambaran hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi jalur kritis, merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select
- Pengendalian. Berfungsi memberikan dasar-dasar gambaran patokan dalam pengendalian proyek
- Lingkup kerja dan masalah yang dihadapi. Berfungsi memberikan dorongan nyata demi terciptanya komunikasi anatar pemimpin proyek dan pelaksana proyek dilapangan , supaya sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan
Menurut H.Kerzener bahwa siklus proyek adalah kegiatan dari awal kemudian bertambah macam dan intensitasnya sampai puncak , ke bawah dan ke atas. Masing-masing memiliki tahap khusus yang kompleksitas , ukuran dan jadwal yang ditentukan atau diperlukan kompleksitas proyek tergantung pada:
a. Jumlah ragam macam kegiatan
b. Macam dan jumlah kegiatan didalam suatu proyek dan luar
Supaya proyek cepat berhasil ada hal yang penting diperhatikan yaitu:
- Planning to Do ( Perencanaan Selanjutnya). Berfungsi sebagai memberikan gambaran hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi jalur kritis, merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select
- Pengendalian. Berfungsi memberikan dasar-dasar gambaran patokan dalam pengendalian proyek
- Lingkup kerja dan masalah yang dihadapi. Berfungsi memberikan dorongan nyata demi terciptanya komunikasi anatar pemimpin proyek dan pelaksana proyek dilapangan , supaya sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan
Menurut H.Kerzener bahwa siklus proyek adalah kegiatan dari awal kemudian bertambah macam dan intensitasnya sampai puncak , ke bawah dan ke atas. Masing-masing memiliki tahap khusus yang kompleksitas , ukuran dan jadwal yang ditentukan atau diperlukan kompleksitas proyek tergantung pada:
a. Jumlah ragam macam kegiatan
b. Macam dan jumlah kegiatan didalam suatu proyek dan luar
Supaya proyek cepat berhasil ada hal yang penting diperhatikan yaitu:
-
Konsepsional proyek
- Definisi proyek
- Penyusunan organisasi
- Pelaksanaan proyek
- Penyelesaian proyek
Setiap akhir pengkajian dan keputusan apakah proyek tersebut dapat dilaksanakan ke tahap berikutnya. Hasil dari setiap tahap terdahulu merupakan masukan utama bagi tahap berikutnya
- Definisi proyek
- Penyusunan organisasi
- Pelaksanaan proyek
- Penyelesaian proyek
Setiap akhir pengkajian dan keputusan apakah proyek tersebut dapat dilaksanakan ke tahap berikutnya. Hasil dari setiap tahap terdahulu merupakan masukan utama bagi tahap berikutnya
8.
Keahlian yang disarankan bagi manajer proyek
Seorang manajer proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun
softskillnya keahlian yang disarankan yaitu :
-
Keterampilan berkomunikasi yang baik dan tegas
-
Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana dan menganalisis
masalah
-
Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja sama pada tim proyeknya
-
Keterampilan teknologi
-
Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif, sabar serta pantang
menyerah
-
Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar untuk tujuan proyek
tersebut
9.
Karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif
Effective
project manager:
·
Visioner
·
Kompeten
·
Motivator
yang baik
·
Mendukung
anggota tim
·
Membuat
ide–ide baru
Ineffective
project manager:
·
Minder
·
Motivator
yang buruk
·
Tidak
Kompeten
·
Komunikator
yang buruk
Sumber:
M3:
Grup proses Manajemen Proyek
Grup proses Manajemen Proyek
1. Grup proses manajemen proyek
Dalam sebuah manajemen proyek terdapat sejumlah proses yang saling berkaitan
antara yang satu dengan yang lainnya, dan tiap-tiap proses tersebut membentuk
suatu grup proses Dalam manajemen proyek terdapat 5 grup proses:
-
Inisisasi yaitu dilakukannya pendefinisian proyek
-
Perencanaan proyek yaitu mendefinisikan dan merinci tujuan proyek, serta
merencanakan aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan
proyek itu sendiri dan sesuai batasan yang telah disepakati
-
Eksekusi yaitu mengintegerasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka
mencapai tujuan proyek dengan melaksanakan apa yang sudah direncanakan
-
Kontrol yaitu mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta
mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah
dibuat sebelumnya
-
Akhir melakukan formalisasi hasil proyek berupa barang atau jasa yang
dihasilkan dari proyek
2.
Hubungan antara grup proses dan area knowledge
Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam pengawasan grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu rencana demi kelancaran proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas knowledge merupakan memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi di dalam grup proses
Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam pengawasan grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu rencana demi kelancaran proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas knowledge merupakan memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi di dalam grup proses
3.
Membangun metodologi manajemen proyek IT
Sebuah perusahaan vendor IT atau vendor apapun yang hidup matinya bergantung
pada keberadaan proyek, memiliki masalah yang sama dalam menentukan metodologi
apa yang cocok untuk digunakan dalam pengerjaan proyek. Dalam dunia IT lebih
dalam lagi akan ada pertanyaan metodologi apa yang cocok untuk pengembangan
software atau untuk digunakan sebagai acuan Software Development Life Cycle
(SDLC)
Pengalaman membuktikan, tidak adanya kejelasan metodologi yang jelas yang
digunakan perusahaan akan membuat proyek berjalan tanpa arah dan akan sangat
tergantung dari individu manajer proyeknya. Jika kondisi itu berlangsung pada
proyek yang kompleks dan ditangani oleh manajer proyek yang tidak berpengalaman
maka akan berakhir pada kegagalan proyek. Bagi orang yang lebih tinggi yaitu
atasan dari manajer proyek, hal tersebut akan membuat proyek-proyek tidak bisa
dimonitor apalagi dikontrol
Memilih metodologi proyek memang bukan hal yang mudah. Kita tau ada berbagai
macam metodologi mulai yang general, yang bisa diimplementasikan pada proyek
apapun seperti PMBOK, PRINCE2 maupun yang spesifik untuk domain tertentu
misalnya SWEBOK, XP, Scrum yang digunakan pada proyek development software.
Masing-masing metodologi memiliki keuntungan dan kita perlu untuk TIDAK
memilih begitu saja satu metodologi karena saya percaya tidak ada
metodologi yang "one size fits all"
Kita dapat mengelaborasikan beberapa metodologi dan membuatnya pesifik untuk
perusahaan dengan catatan metodologi tersebut didefinisikan agar sesuai dengan
sifat dari proyek-proyek yang ada dan sebisa mungkin masih dapat
disesuaikan (tailored) sesuai dengan besarnya proyek
Untuk mengelaborasi metodologi, sebaiknya kita mulai dengan studi beberapa
metodologi yang sudah ada. Ada baiknya kita membuat listing yang lengkap
dari metodologi yang yang sudah ada, mempelajarinya secara high level, kemudian
menentukan yang menjadimain interest, lalu melakukan
klasifikasi seperti yang dijelaskan sebuah artikel "Defining &
Classifying Project Management Methodologies." Berikut ini gambaran level
dari klasifikasi metodologi manajemen proyek dari artikel tersebut
Ada baiknya perusahaan membuat sebuah referensi metodologi manajemen proyek
pada Level 3 (Organization specific, customized methodology). Yang dibuat
sedemikian rupa sehingga dapat diadaptasi menjadi L4 maupun L5 sesuai kemampuan
manajer proyek
Sebuah kesimpulan yang menarik terkait pemilihan metodologi ini dapat kita lihat dari artikel "Methodology Per Project". Menurut penulis artikel tersebut, Alistair Cockburn, metodologi memiliki sepuluh elemen dasar yaitu: roles, skills, activities, techniques, tools, teams, deliverables, standards, quality measures dan project values. Tidak semua metodologi mencakup semua elemen tersebut, semakin besar proyek maka harus semakin besar metodologinya artinya aspek elemen yang dicakup harus semakin lengkap. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengelaborasi beberapa metodologi. Lebih jauh lagi, perusahaan seharusnya tidak hanya mendefinikan acuan metodologi tetapi sebuah common frame of reference yang mencakup:
Sebuah kesimpulan yang menarik terkait pemilihan metodologi ini dapat kita lihat dari artikel "Methodology Per Project". Menurut penulis artikel tersebut, Alistair Cockburn, metodologi memiliki sepuluh elemen dasar yaitu: roles, skills, activities, techniques, tools, teams, deliverables, standards, quality measures dan project values. Tidak semua metodologi mencakup semua elemen tersebut, semakin besar proyek maka harus semakin besar metodologinya artinya aspek elemen yang dicakup harus semakin lengkap. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengelaborasi beberapa metodologi. Lebih jauh lagi, perusahaan seharusnya tidak hanya mendefinikan acuan metodologi tetapi sebuah common frame of reference yang mencakup:
- A
common project management model
-
Companywide project management training programs
-
Project management career development
-
Knowledge-sharing activities
4. Studi kasus : JWD Consulting’s Project Management Intranet Site
JWD Consulting’s Project Management Intranet Site terdiri dari beberapa proses sebagai berikut ini:
- Initiating
- Planning
- Executing
- Monitoring and Controlling
- Closing
- Initiating
Inisiasi merupakan tahap pengenalan dalam memulai proyek baru, dan memastikan bahwa pada tahap ini proyek akan dijalankan dengan benar
Input:
·
Mengidentifikasikan
pihak-pihak yang berkepentingan
·
Menganalisis
kebutuhan yang diperlukan dalam membangun proyek
·
Memperkirakan
resiko-resiko yang akan muncul
Output:
·
Project
charter terselesaikan dan disepakati
·
Terpilihnya
Manajer Proyek
·
Teridentifikasinya
pihak-pihak yang berkepentingan
·
Business
case terselesaikan
-
Planning
Tujuan utama dari perencenaan proyek adalah untuk memandu pelaksanaan proyek
Input:
Tujuan utama dari perencenaan proyek adalah untuk memandu pelaksanaan proyek
Input:
·
Berupa
output dari proses inisiasi sebelumnya
Output:
·
Ditentukannya
lingkup proyek
·
Adanya
kontrak tim
·
Adanya
WBS
·
Scheduled
Project terbentuk
·
Adanya
daftar dari resiko yang diprioritaskan
-
Executing
Proses executing proyek diperlukan untuk memastikan bahwa aktifitas dalam perencanaan proyek terpenuhi
Input:
Proses executing proyek diperlukan untuk memastikan bahwa aktifitas dalam perencanaan proyek terpenuhi
Input:
·
Berupa
output dari proses perencanaan (planning)
Output:
·
Mengimplementasikan
solusi dari masalah-masalah yang ada
·
Mengetahui
data performansi kerja dari tim
·
Perencanaan
Manajemen Proyek (diperbaharui)
·
Terkualifikasinya
daftar penjual
-
Monitoring and Controlling
Monitoring and Controlling merupakan pengukuran dan pemantauan perkembangan secara berkala akan tujuan proyek untuk memastikan adanya kecocokkan antara progress dgn rencana awal proyek, selain itu untuk memantau setiap penyimpangan yang ada dari rencana awal
Input:
Monitoring and Controlling merupakan pengukuran dan pemantauan perkembangan secara berkala akan tujuan proyek untuk memastikan adanya kecocokkan antara progress dgn rencana awal proyek, selain itu untuk memantau setiap penyimpangan yang ada dari rencana awal
Input:
·
Berupa
output-an dari proses sebelumnya
Output:
·
Adanya
recommended corrective actions, preventive actions, dan defect repair
·
Terukurnya
performansi
·
Terukurnya
kontrol kualitas
·
Resolved
Issues
-
Closing
Meraih lebih banyak lagi stakeholders dan pelanggan yang menerima layanan ataupun produk akhir kita
Input:
Meraih lebih banyak lagi stakeholders dan pelanggan yang menerima layanan ataupun produk akhir kita
Input:
·
Berupa
output dari proses penutupan
Output:
·
Final
Product, service or result
·
Menutup
kontrak
·
Dokumentasi
5.
Inisiasi proyek
Inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek
disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin
diselesaikan akan diidentifiasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan
permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk
memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan
sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi
telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek
dapat dibentuk dan berakhir ketika manajer proyek diberikan otoritas juga
petunjuk untuk memulai perencanaan
6.
Dokumen inisiasi proyek
Dokumen inisisasi proyek merupakan dokumen yang berisi tentang tahap awal
kegiatan awal yang sudah dibentuk sejak sebuah proyek disepakati untuk
dikerjakan oleh tim proyek
7.
Rencana proyek
Rencana proyek merupakan sebuah kerangka gagasan – gagasan dalam menjalankan
sebuah manajemen proyek dan demi mensukseskan apa yang menjadi tujuan manajemen
proyek itu dibuat
8.
Eksekusi proyek, pengawasan proyek, penyelesaian proyek, dan Post-Project
Follow-up
Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap
untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini,
deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh
aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi.
Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu
dilakukan guna memantau dan mengontrol pelaksanaan proyek juga
penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek
Comments
Post a Comment