MEAN, MEDIAN, MODUS
Mean
Mean (rata-rata) Rata-rata (mean)
adalah hasil penjumlahan nilai-nilai anggota sebuah kelompok (∑Xn) dibagi
jumlah anggota kelompok tersebut. Ada tiga jenis rata-rata yang dikenal dalam
statistik yaitu rata-rata hitung (x ̅), rata-rata ukur (Gm atau U) dan
rata-rata harmonik (rh atau H). adapun kegunaan dari rata-rata di atas sebagai
berikut:
rata-rata hitung: Mengukur nilai
rata-rata sebenarnya dari data
rata-rata ukur: Mengukur tingkat
perubahan ( rate of change) untuk data nilai positif
rata-rata harmonik: Mengukur nilai
rata-rata data yang memiliki nilai positif dan ada rasio
Diketahui berat badan dari 8 orang
murid tk tadika mesra 15kg, 21kg, 19kg, 21kg, 17kg, 22kg, 15kg, 19kg. Hitung
rata rata dari data tersebut!
Jawab :
Rumus menghitung rata rata pada excel
adalah =AVARAGE. Pertama tabel berat badan di block terlebih dahulu dari angka
15 sampai 19. Lalu baru dirata rata dengan mengetik =AVARAGE pada kolom Rata
Rata setelah itu enter maka hasil akan langsung muncul pada kolom hasil dari
rata rata.
Median
Median
adalah nilai tengah dari data yang terlebih dahulu diurutkan dari data yang
terkecil sampai data yang terbesar ataupun dari data yang terbesar sampai data
yang terkecil.
Contoh
soal :
Data
ganjil : 50, 40, 70, 75, 75, 80, 65, 30, 75
Langkah-langkah
menjawab :
a. Urutkan
data dari terkecil sampai besar : 30, 40, 50, 65, 70, 75, 75, 75, 80
b. Cari
posisi median dengan menggunakan rumus
Letak
Median = (posisi Median pada data ke-5)
sehingga
nilai , Me = 70
Rumus menghitung median(nilai tengah) pada excel adalah =MODE. Pertama tabel nilai di block terlebih dahulu dari angka 30 sampai 80. Lalu pada bagian median ketikan rumus =MODE pada kolom median setelah itu enter maka hasil akan langsung muncul pada kolom hasil dari median
Data genap
: 50, 40, 70, 75, 75, 80, 65, 30, 75, 95
a Urutkan
data dari terkecil sampai terbesar : 30, 40, 50, 65, 70, 75, 75, 75, 80, 95
b Cari
posisi median dengan menggunakan rumus
Letak
median = (posisi Me pada data ke- 5,6)
Jadi Me
= 70+75= 145/2 =72,5
Modus
Modus adalah nilai yang sering muncul.
Jika kita tertarik pada data frekuensi, jumlah dari suatu nilai dari kumpulan
data, maka kita menggunakan modus. Modus sangat baik bila digunakan untuk data
yang memiliki sekala kategorik yaitu nominal atau ordinal.
Sedangkan data ordinal adalah data kategorik yang bisa diurutkan, misalnya kita menanyakan kepada 100 orang tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur, dengan pilihan jawaban: selalu (5), sering (4), kadang-kadang(3), jarang (2), tidak pernah (1). Apabila kita ingin melihat ukuran pemusatannya lebih baik menggunakan modus yaitu yaitu jawaban yang paling banyak dipilih, misalnya sering (2). Berarti sebagian besar orang dari 100 orang yang ditanyakan menjawab sering mencuci kaki sebelum tidur. Inilah cara menghitung modus:
Sedangkan data ordinal adalah data kategorik yang bisa diurutkan, misalnya kita menanyakan kepada 100 orang tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur, dengan pilihan jawaban: selalu (5), sering (4), kadang-kadang(3), jarang (2), tidak pernah (1). Apabila kita ingin melihat ukuran pemusatannya lebih baik menggunakan modus yaitu yaitu jawaban yang paling banyak dipilih, misalnya sering (2). Berarti sebagian besar orang dari 100 orang yang ditanyakan menjawab sering mencuci kaki sebelum tidur. Inilah cara menghitung modus:
- Data yang belum dikelompokkan
Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo. - Data yang telah dikelompokkan
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:
Dengan : Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya
Contoh:
Sumbangan dari warga Bogor pada hari
Palang Merah Nasional tercatat sebagai berikut: Rp 9.000, Rp 10.000, Rp 5.000,
Rp 9.000, Rp 9.000, Rp 7.000, Rp 8.000, Rp 6.000, Rp 10.000, Rp 11.000. Maka
modusnya, yaitu nilai yang terjadi dengan frekuensi paling tinggi, adalah Rp
9.000.
Dari dua belas pelajar sekolah
lanjutan tingkat atas yang diambil secara acak dicatat berapa kali mereka
menonton film selama sebulan lalu. Data yang diperoleh adalah 2, 0, 3, 1, 2, 4,
2, 5, 4, 0, 1 dan 4. Dalam kasus ini terdapat dua modu, yaitu 2 dan 4, karena 2
dan 4 terdapat dengan frekuensi tertinggi. Distribusi demikian dikatakan
bimodus.
Sumber:




Comments
Post a Comment